SENANDUNG MALAM
Aku datang
Aku berputar mengelilingi pintu rumah-Mu
Aku berputar mengelilingi arasy-Mu
Aku bersimpuh di teras rumah-Mu
Aku menunggu, aku munajad dan tafakkur
Kalau malam semua pintu rumah tertutup
Namun pintu rumah-Mu tak pernah tertutup
Terbuka bagi semua hamba-Mu
Semua yang datang bertobat Kamu terima
Engkau ampuni tobatnya
Engkau jamu dengan kasih sayang
Aku malu, aku berdosa
Aku tertunduk, Engkau berada di depanku
Wahai kekasihku
Terima aku
Aku datang bertamu
Aku datang mengadu
Aku datang untuk berbicara dengan-Mu
Ingin melebur dengan-Mu
Aku berniat ya... kekasihku
... itulah wujud-Ku
aku berdiri
... itulah diri-Ku
aku bertakbir
... itulah kebesaran-Ku
baca fatihaku
... itulah perkataan-Ku
rukukku
... itulah kehendak-Ku
ittidalku
... itulah pendengaran-Ku
sujudku
... itulah kemulian-Ku
perantaran sujud
... itulah kehidupan
dudukku
... itulah keberadaan-Ku
tahiyatku
... itulah kesyukuran-Ku
shalawatku
... itulah rahmat-Ku
aku memberi salam
... itulah penglihatan-Ku
aku berserah diri
... itulah kehendak keberadaan-Ku
Wahai kekasihku aku mengenal-Mu
aku bersama-Mu
aku tetap menatap-Mu
